Business Continuity vs. Disaster Recovery yang Dijelaskan

Banyak orang menggunakan istilah business continuity dan disaster recovery secara bergantian, tetapi keduanya merupakan konsep yang berbeda. Business continuity berfokus pada mempertahankan operasi kritis selama terjadi gangguan bisnis, sedangkan disaster recovery merujuk pada pemulihan data dan operasi infrastruktur.

download-icon
Unduh Gratis
untuk VM, OS, DB, File, NAS, dll
johan

Updated by Johan on 2025/08/19

Daftar Isi
  • Apa Itu Kepanjangan Bisnis?

  • Apa Itu Pemulihan Bencana?

  • Mengapa Bisnis Membutuhkan Keduanya, Business Continuity dan Disaster Recovery?

  • Komponen Utama Rencana BCDR

  • Kasus Solusi Terpadu

  • Tingkatkan Perlindungan Data dengan Solusi Vinchin

  • Kelangsungan Bisnis dan Pemulihan Bencana FAQ

  • Kesimpulan

Dalam pekerjaan sehari-hari, kita sering mengacaukan konsep Manajemen Kelangsungan Usaha (BCM) dan Pemulihan Bencana (DR). Meskipun kedua aspek ini saling terkait secara inheren, namun keduanya juga memiliki perbedaan. Manajemen kelangsungan usaha memiliki cakupan yang lebih luas, berfokus pada strategi perusahaan dengan tujuan memastikan operasional bisnis berjalan dan menangani permasalahan selama seluruh siklus hidupnya. Sebaliknya, pemulihan bencana lebih menitikberatkan pada operasional tertentu, dengan sistem sebagai sasarannya, berfokus pada penyelesaian masalah mendadak sekaligus menangani isu-isu pasca kejadian. Secara umum, pemulihan bencana dapat dianggap sebagai bagian dari kelangsungan usaha, tetapi bukan keseluruhan dari manajemen tersebut.

Apa Itu Kepanjangan Bisnis?

Kepanjangan bisnis adalah metode untuk mengatasi gangguan bisnis sebelum menyelesaikan permasalahan yang mendasarinya. Contohnya, selama penyebaran pandemi COVID-19, bisnis menghadapi tekanan operasional yang sangat besar dan perlu menerapkan langkah-langkah sementara agar operasional dapat terus berjalan semaksimal mungkin. Dalam kasus seperti ini, kepanjangan bisnis sering kali mencakup penyediaan peralatan yang diperlukan bagi karyawan untuk bekerja dari rumah.

Kelangsungan bisnis melibatkan proses perencanaan yang menghasilkan rencana kelangsungan bisnis. Proses ini umumnya dimulai dengan penilaian risiko dan analisis dampak bisnis. Langkah-langkah ini membantu para pemangku kepentingan menentukan cakupan rencana kelangsungan bisnis sambil mempertimbangkan dampak regulasi atau hukum yang mungkin timbul. Banyak rencana kelangsungan bisnis terutama berfokus pada sistem TI (teknologi informasi) dan komunikasi, karena kedua sistem tersebut memainkan peran inti dalam sebagian besar bisnis.

Rencana kontinuitas bisnis harus mempertimbangkan semua risiko potensial yang mungkin dihadapi perusahaan, seperti bencana alam, serangan siber, dan gangguan layanan. Tujuan dari kontinuitas bisnis bukanlah untuk menyelesaikan masalah-masalah ini tetapi untuk menjaga operasi kritis tetap berjalan semulus mungkin selama terjadi gangguan. Rencana kontinuitas bisnis juga melibatkan pengurangan risiko secara proaktif, seperti memelihara sistem komputasi yang redundan dan salinan data secara real-time.

Apa Itu Pemulihan Bencana?

Keberlanjutan bisnis berhubungan dengan cara merespons kejadian gangguan, sedangkan perencanaan pemulihan bencana berfokus pada pemecahan masalah mendasar, baik itu kebocoran data, kegagalan sistem, atau kejadian tak terduga lainnya. Oleh karena itu, pemulihan bencana lebih menitikberatkan pada kejadian tak terduga yang bersifat mendadak, yang sering terjadi bersamaan dengan upaya keberlanjutan bisnis. Proses pemulihan bencana mencakup beberapa tahap: mulai dari identifikasi sumber kejadian hingga penerapan berbagai metode pemulihan. Dalam hal ini, tidak hanya mencakup pemulihan data tetapi juga pemulihan perangkat keras dan aplikasi perangkat lunak yang rusak atau mengalami kegagalan.

Batas waktu memainkan peran penting dalam rencana pemulihan bencana, karena setiap bisnis hanya dapat mentolerir jumlah waktu atau kehilangan data yang terbatas. RTO (Recovery Time Objective) dan RPO (Recovery Point Objective) adalah dua parameter kritis yang berkaitan dengan ketersediaan operasional dari fungsi bisnis utama dan ketersediaan data fundamental. RTO merujuk pada waktu maksimum yang diizinkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan, sedangkan RPO merujuk pada jumlah maksimum kehilangan data yang dapat ditolerir perusahaan.

Sama seperti rencana kontinuitas bisnis, prioritas sangat penting dalam rencana pemulihan bencana. Karena itu, nilai RTO dan RPO yang berbeda harus ditetapkan untuk aplikasi dan sistem yang berbeda. Misalnya, sebuah bisnis mungkin dapat mentolerir ketidakmampuan untuk mengakses sistem pemasaran atau data non-esensial selama beberapa hari atau minggu tetapi tidak dapat mentolerir ketidakmampuan mengakses sistem dan data penggajian. Semua aset data harus dikategorikan berdasarkan tingkat pentingnya bagi bisnis dan kemudian diprioritaskan sesuai dengan itu.

Mengapa Bisnis Membutuhkan Keduanya, Business Continuity dan Disaster Recovery?

Perbedaan utama antara business continuity dan disaster recovery adalah kapan masing-masing rencana aksi berlaku. Business continuity berfokus pada pemeliharaan operasional yang berfungsi, sedangkan rencana disaster recovery menitikberatkan pada pemulihan normalitas dalam jangka waktu tertentu. Karena alasan ini, tepat juga untuk memandang rencana disaster recovery sebagai bagian dari keseluruhan yang lebih luas (yakni, rencana business continuity).

Meskipun kedua rencana tersebut saling terkait erat, keduanya tidak harus digunakan secara bersamaan. Sebagai contoh, dalam kasus gangguan kecil, rencana kontinuitas bisnis bahkan mungkin tidak perlu diaktifkan. Jika perusahaan memiliki failover otomatis dan pencadangan data secara real-time, rencana pemulihan bencana mungkin sudah mencukupi. Namun demikian, untuk gangguan yang lebih berkelanjutan dan kompleks, rencana kontinuitas bisnis harus diaktifkan.

Hal-hal juga dapat dilihat dari perspektif lain, seperti apa yang dilakukan untuk bisnis selama pandemi COVID-19. Misalnya, jika sebuah bisnis menghadapi gangguan jangka panjang, seperti krisis hubungan masyarakat atau kekurangan karyawan jangka panjang, rencana kontinuitas bisnis harus diaktifkan untuk meminimalkan dampak terhadap operasional. Sebaliknya, rencana pemulihan bencana terutama berfokus pada kejadian gangguan yang tidak terduga secara segera, seperti pelanggaran data atau gangguan jaringan.

Dalam banyak kasus, kedua rencana ini akan tumpang tindih. Misalnya, dalam kasus bencana alam seperti banjir, jika kantor perusahaan terendam, hal ini dapat langsung merusak atau menghancurkan data dan sistem perusahaan. Dalam situasi seperti ini, proses pemulihan harus dilakukan secepat mungkin. Namun demikian, kantor perusahaan mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk dipulihkan, sehingga memerlukan keberlanjutan bisnis untuk membantu perusahaan melewati periode sulit ini.

Komponen Utama Rencana BCDR

1. Penilaian Risiko dan Analisis Dampak Bisnis (BIA)

Penilaian risiko mengidentifikasi ancaman potensial terhadap organisasi, termasuk bencana alam, serangan siber, kegagalan peralatan, dan kesalahan manusia. BIA mengevaluasi konsekuensi potensial dari risiko-risiko ini terhadap fungsi bisnis kritis. Dengan memahami dampak dari berbagai skenario, organisasi dapat memprioritaskan upaya pemulihannya.

2. Cadangan dan Pemulihan Data

Data adalah darah kehidupan bagi bisnis modern. Cadangan data yang rutin dan dapat diandalkan sangat penting untuk memastikan pemulihan cepat dalam hal terjadi kehilangan data. Organisasi juga harus mempertimbangkan cadangan di lokasi terpisah, solusi penyimpanan awan, dan proses verifikasi cadangan.

3. Redundansi dan Ketersediaan Tinggi

Redundansi melibatkan penggandaan komponen kritis, seperti server, perangkat jaringan, dan sistem penyimpanan, untuk mencegah titik kegagalan tunggal. Ketersediaan tinggi memastikan bahwa layanan penting tetap beroperasi dengan waktu henti minimal. Hal ini dapat dicapai melalui kluster failover dan penyeimbangan beban.

4. Rencana Tanggap Insiden

Rencana respons insiden menguraikan langkah-langkah yang harus diambil segera setelah terjadi gangguan. Rencana ini mencakup protokol komunikasi, penilaian insiden, penanggulangan, dan mitigasi.

5. Waktu Pemulihan Objektif (RTO) dan Titik Pemulihan Objektif (RPO)

Kasus Solusi Terpadu

Hubungan erat antara rencana kelangsungan bisnis dan pemulihan bencana menunjukkan bahwa keduanya dapat lebih efektif jika dikelola dalam lingkungan yang terpadu dan konsisten. Pendekatan terpadu menyediakan cara untuk meningkatkan dan melindungi operasional kritis serta memberikan pemahaman mendetail mengenai berbagai risiko yang dihadapi. Tentu saja, risiko-risiko tersebut dan langkah mitigasinya harus ditinjau secara berkala serta diperbarui apabila diperlukan.

Sistem manajemen terpadu menawarkan cakupan yang lebih luas dengan menyimpan semua data bisnis penting di lokasi yang dikelola secara terpusat. Misalnya, integrasi dengan sistem manajemen sumber daya manusia dan tugas dapat mempermudah penugasan dan penjadwalan personel serta aset untuk operasi pemulihan dan kelangsungan usaha. Demikian pula, integrasi dengan solusi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan membantu memastikan bahwa rencana kelangsungan usaha dan pemulihan dari bencana mematuhi peraturan yang berlaku serta selaras dengan kebutuhan manajemen risiko perusahaan secara lebih luas.

Cara paling efektif untuk mencapai kelangsungan bisnis dan pemulihan bencana adalah melalui integrasi yang mulus ke dalam budaya perusahaan dan lingkungan teknologi yang lebih luas. Dengan solusi lengkap dari ujung ke ujung, perusahaan dapat memiliki pemahaman menyeluruh tentang proses bisnis mereka, mengembangkan dan memelihara rencana, serta menerapkannya secara lancar.

Tingkatkan Perlindungan Data dengan Solusi Vinchin

Vinchin Backup & Recovery adalah solusi profesional yang dirancang untuk memberikan perlindungan data dan pemulihan bencana pada lingkungan virtual. Vinchin mendukung berbagai platform virtual seperti VMware, Hyper-V, XenServer, Proxmox, XCP-ng, dan lainnya, serta database, NAS, file server, Linux & Windows Server, dan lainnya. Dikembangkan khusus untuk lingkungan virtual, Vinchin menawarkan fitur pencadangan otomatis, pencadangan tanpa agen (agentless), opsi LAN/LAN-Free, salinan cadangan ke lokasi lain (offsite copying), pemulihan instan, penghapusan duplikasi data (data deduplication), serta arsip cloud. Dilengkapi pula dengan enkripsi data dan perlindungan ransomware.

Dengan fitur backup tanpa agen, ini memungkinkan integrasi cepat mesin virtual (VM) ke dalam sistem backup. Fitur ini menawarkan kemampuan pemulihan bencana seperti Instant Restore untuk me-reboot VM dari backup dalam hitungan detik, salinan offsite untuk penyimpanan backup jarak jauh, serta verifikasi backup otomatis untuk pemeriksaan integritas. Selain itu, fitur ini memudahkan migrasi VM di antara hypervisor berbeda guna transisi lingkungan virtual yang mulus.

Cukup 4 langkah untuk mencadangkan mesin virtual Anda dengan Vinchin Backup & Recovery:

1. Pilih objek cadangan.

Pilih objek cadangan

2.Pilih tujuan cadangan.

Pilih tujuan cadangan

3.Konfigurasikan strategi cadangan.

Konfigurasikan strategi cadangan

4.Ulas dan kirimkan pekerjaan.

Periksa dan kirimkan pekerjaan

Coba sendiri keunggulan sistem yang komprehensif ini dengan uji coba gratis selama 60 hari! Tinggalkan kebutuhan spesifik Anda, dan Anda akan mendapatkan solusi yang disesuaikan dengan lingkungan TI Anda secara sempurna.

Kelangsungan Bisnis dan Pemulihan Bencana FAQ

1. Apa peran komputasi awan dalam BCDR?

Layanan cloud menyediakan solusi yang dapat diskalakan, andal, dan hemat biaya untuk backup, replikasi data, dan failover. DR berbasis cloud memungkinkan bisnis untuk memulihkan sistem kritis lebih cepat dan dari mana saja.

2. Apa itu aturan cadangan 3-2-1?

Aturan cadangan 3-2-1 menyatakan bahwa Anda harus memiliki 3 salinan data Anda, disimpan dalam 2 jenis media berbeda, dengan 1 salinan disimpan di lokasi terpisah.

Kesimpulan

Kelangsungan bisnis dan pemulihan bencana sangat penting bagi organisasi untuk mempertahankan ketahanan dan melindungi diri dari gangguan potensial. Dengan menerapkan rencana BCDR yang komprehensif, perusahaan dapat meminimalkan waktu henti dan memastikan operasional yang mulus. Memanfaatkan solusi canggih seperti Vinchin Backup & Recovery semakin meningkatkan kemampuan organisasi untuk pulih secara cepat dan efisien menghadapi bencana.

Bagikan di:

Categories: Disaster Recovery