-
Tiga Komponen Utama Pemulihan Bencana Berbasis Cloud
-
Nilai Inti dari Pemulihan Bencana Berbasis Cloud
-
Langkah-langkah untuk Menerapkan Pemulihan Bencana Berbasis Cloud
-
Meningkatkan Pemulihan Bencana Cloud dengan Vinchin Backup & Recovery
-
Cloud Disaster Recovery FAQs
-
Kesimpulan
Dalam lingkungan TI modern, Pemulihan Bencana sebagai Layanan (Disaster Recovery as a Service/DRaaS) dengan cepat menjadi solusi ideal bagi perusahaan yang memanfaatkan komputasi awan untuk mengatasi tantangan pemulihan bencana. Seiring pertumbuhan ketergantungan organisasi pada data, pemulihan bencana pun menjadi semakin kompleks—bukan hanya karena bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan badai, tetapi juga serangan siber, ransomware, kesalahan manusia, serta ancaman dari pihak internal. Selain itu, pertumbuhan data yang eksponensial dan tingginya harapan untuk pemulihan yang cepat membuat pemulihan bencana semakin menantang.
Anggaran pemulihan bencana, bagaimanapun juga, belum sejalan dengan peningkatan kebutuhan tersebut, sehingga mendorong perusahaan mencari solusi yang lebih efisien secara biaya. Pemulihan bencana berbasis cloud telah muncul sebagai salah satu pilihan utama. Artikel ini membahas dasar-dasar pemulihan bencana di cloud, komponen-komponen pentingnya, cara perusahaan mengembangkan rencana pemulihan bencana berbasis cloud, serta langkah-langkah spesifik untuk pelaksanaannya.
Tiga Komponen Utama Pemulihan Bencana Berbasis Cloud
Strategi perlindungan data sebuah perusahaan umumnya terdiri dari tiga komponen: pencadangan, pengarsipan, dan pemulihan. Dalam lingkungan cloud, peran dan penerapan elemen-elemen ini berbeda.
Pencadangan: Perlindungan Data Jangka Pendek
Pencadangan melibatkan pembuatan salinan data untuk memulihkannya apabila terjadi kehilangan atau kegagalan sistem. Sebagian besar perusahaan mempertahankan periode retensi pencadangan selama 3 hingga 7 tahun. Meskipun pencadangan berbasis cloud mengurangi kebutuhan penyimpanan lokal, biaya sewa penyimpanan cloud jangka panjang bisa lebih tinggi dibandingkan mempertahankan penyimpanan lokal. Oleh karena itu, perusahaan harus menyeimbangkan antara biaya penyimpanan dengan kenyamanan pemulihan cloud.
Penyimpanan Arsip: Penyimpanan Data Jangka Panjang
Arsip berfokus pada penyimpanan data jangka panjang, umumnya untuk memenuhi persyaratan kepatuhan, dengan periode penyimpanan mencapai 10 tahun atau lebih. Strategi arsip yang ideal mencakup salinan yang disimpan di setidaknya dua lokasi terpisah dan dalam format berbeda. Karena data arsip jarang diakses, penyimpanan awan jangka panjang mungkin tidak ekonomis, sehingga banyak perusahaan lebih memilih penyimpanan lokal atau offline untuk keperluan arsip.
Pemulihan: Kunci untuk Pemulihan Bencana
Pemulihan (terutama pemulihan bencana) memerlukan salinan data terbaru dan harus memulihkan operasional bisnis secepat mungkin. Penyedia layanan cloud memungkinkan perusahaan menggunakan sumber daya komputasi awan sesuai permintaan dalam menghadapi bencana, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk memelihara server cadangan dan penyimpanan di lokasi jauh. Akibatnya, pemulihan bencana berbasis cloud (DRaaS) dengan cepat menjadi strategi pilihan untuk ketahanan terhadap bencana.
Nilai Inti dari Pemulihan Bencana Berbasis Cloud
Meskipun komputasi awan bukan solusi serba bisa, namun menawarkan fleksibilitas dan optimalisasi biaya untuk pemulihan bencana.
Optimasi Biaya dan Ekonomi Skala
Penyedia layanan cloud mengoperasikan pusat data berskala besar, mendapatkan keuntungan dari pembelian perangkat keras secara grosir dan pemeliharaan otomatis, sehingga penyimpanan dan komputasi cloud lebih efisien secara biaya dibandingkan infrastruktur konvensional yang berbasis di lokasi sendiri.
Kurangi Biaya Awal dengan Model Berlangganan
Komputasi awan mengikuti model bayar sesuai pemakaian, menghilangkan kebutuhan bagi perusahaan untuk melakukan investasi besar di awal dalam infrastruktur TI. Ini sangat menguntungkan bagi lingkungan pemulihan bencana sementara. Namun, untuk operasional jangka panjang, menyewa sumber daya awan dapat menjadi lebih mahal dibandingkan mempertahankan infrastruktur internal, sehingga membutuhkan evaluasi yang cermat terhadap kelayakhidupan pemulihan bencana berbasis awan.
Langkah-langkah untuk Menerapkan Pemulihan Bencana Berbasis Cloud
Untuk menyusun rencana pemulihan bencana berbasis cloud yang efektif, perusahaan harus mengikuti tiga langkah utama.
Langkah 1: Memindahkan Data ke Cloud
Langkah pertama dalam perencanaan pemulihan bencana cloud adalah migrasi data, memastikan biaya penyimpanan tetap optimal dengan hanya menyimpan salinan data terbaru. Metode perlindungan data yang umum mencakup:
1. Penyimpanan Berbasis Cadangan - Sebagian besar solusi cadangan awan menyimpan data dalam format proprietary, yang memerlukan ekstraksi dan konversi sebelum pemulihan dilakukan.
2. Penyimpanan Berbasis Replikasi–Data disimpan dalam format sistem file aslinya, memungkinkan akses langsung selama bencana terjadi. Bisnis dapat memilih penyimpanan awan berkinerja tinggi untuk pemulihan yang lebih cepat.
3. Migrasi Data Offline–Untuk transfer data skala besar, beberapa penyedia layanan cloud menawarkan perangkat NAS atau drive pita berkapasitas tinggi, memungkinkan perusahaan untuk menyalin data secara lokal sebelum secara fisik mengirimkannya ke cloud, sehingga menghindari keterbatasan bandwidth jaringan.
Langkah 2: Menjalankan Pemulihan Bencana di Cloud
Saat bencana terjadi, perusahaan harus segera beralih operasional ke cloud untuk memastikan kelangsungan bisnis. Proses pemulihan meliputi:
1. Pemulihan Lokal vs. Awan – Jika bencana hanya memengaruhi satu aplikasi, pemulihan lokal mungkin sudah cukup. Namun, untuk pemadaman total pusat data, bisnis harus beralih ke awan.
2. Memprioritaskan Layanan Kritis–Komponen penting seperti DNS dan layanan direktori harus dipulihkan terlebih dahulu, diikuti oleh server aplikasi.
3. Menyesuaikan Konfigurasi Jaringan – Memastikan pengguna jarak jauh dapat mengakses aplikasi yang dihosting di cloud secara mulus memerlukan penyesuaian jaringan.
4. Pengujian Berkala–Perusahaan harus secara berkala menguji prosedur pemulihan bencana untuk memastikan bahwa jaringan, aplikasi, dan akses pengguna tetap berfungsi selama bencana sebenarnya.
Langkah 3: Gagal Kembali ke Pusat Data On-Premises
Setelah bencana berhasil diatasi, bisnis perlu memindahkan kembali operasionalnya ke pusat data lokal—proses yang dikenal sebagai pemulihan. Mengingat kompleksitas pemindahan data dari awan, perusahaan sebaiknya:
1. Gunakan Sinkronisasi Data Inkremental–Alih-alih menyalin semua data, hanya sinkronkan perubahan terbaru untuk mempercepat migrasi.
2. Pra-konfigurasi Lingkungan On-Premises – Pastikan infrastruktur lokal tetap beroperasi selama bencana terjadi, memungkinkan pemulihan yang mulus.
3. Hindari Ketergantungan Vendor - Pilih format data yang distandarkan untuk memastikan transisi yang lancar dari cloud ke on-premises tanpa masalah kompatibilitas.
Meningkatkan Pemulihan Bencana Cloud dengan Vinchin Backup & Recovery
Meskipun platform cloud menawarkan banyak keuntungan, mereka juga menimbulkan tantangan unik terkait ketersediaan data, kecepatan, dan keamanan. Dalam konteks ini, Vinchin Backup & Recovery menjadi solusi ideal bagi bisnis yang ingin menyederhanakan proses Cloud DR mereka. Perlengkapan backup dan pemulihan bencana Vinchin yang komprehensif mendukung berbagai lingkungan virtualisasi, termasuk VMware, Proxmox, XenServer, dan lainnya, memastikan bahwa data tetap terlindungi di infrastruktur on-premises maupun cloud. Dengan fitur seperti deduplikasi, kompresi, dan pengaturan laju transfer secara khusus, Vinchin membantu bisnis mengoptimalkan penggunaan penyimpanan backup dan bandwidth sekaligus meningkatkan kecepatan serta keandalan pemulihan data.
Dukungan Vinchin terhadap cadangan S3 dan cadangan pita akan semakin memperkuat strategi Cloud DR dengan menyediakan solusi cadangan yang fleksibel dan berlapis. Fitur baru ini akan memungkinkan organisasi menyimpan cadangan penting secara aman di platform cloud seperti AWS S3, Wasabi, atau bahkan secara offline di pita, sehingga memastikan kesiapan menghadapi bencana tak terduga.
Cukup mudah untuk mencadangkan VM dengan Vinchin Backup & Recovery:
1. Pilih objek cadangan.
2. Pilih tujuan cadangan.
3. Konfigurasikan strategi cadangan.
4. Tinjau dan kirimkan pekerjaan.
Baik melindungi data di cloud maupun on-premises, Vinchin Backup & Recovery memastikan bisnis dapat pulih secara cepat dan efisien, meminimalkan waktu henti serta melindungi dari kehilangan data. Berikut ini adalah uji coba selama 60 hari dengan fitur lengkap di bawah ini! Atau, hubungi kami dengan kebutuhan Anda, dan Anda akan menerima solusi yang disesuaikan untuk lingkungan TI Anda.
Cloud Disaster Recovery FAQs
1. Apa itu strategi pemulihan bencana multi-cloud?
Strategi pemulihan bencana multi-cloud melibatkan penggunaan beberapa penyedia layanan cloud untuk mereplikasi data dan aplikasi di berbagai lingkungan cloud. Pendekatan ini dapat meningkatkan ketahanan dan mengurangi risiko terjadinya downtime jika salah satu penyedia layanan cloud mengalami gangguan.
2. Bagaimana pemulihan bencana berbasis cloud dapat membantu kontinuitas bisnis?
Dengan menyediakan pemulihan cepat dari kehilangan data, waktu henti, atau kegagalan sistem, pemulihan bencana berbasis cloud memastikan bahwa aplikasi dan layanan yang kritis bagi bisnis tetap beroperasi dengan gangguan minimal, mendukung kontinuitas bisnis secara keseluruhan.
Kesimpulan
Pemulihan bencana berbasis cloud menawarkan perusahaan solusi yang fleksibel, efisien, dan hemat biaya, tetapi kelayakannya bergantung pada kebutuhan bisnis dan pertimbangan finansial. Organisasi harus secara hati-hati merancang strategi penyimpanan data, alur kerja pemulihan cloud, dan mekanisme failback agar memastikan bahwa pemulihan bencana berbasis cloud tidak hanya responsif terhadap keadaan darurat tetapi juga tetap ekonomis dalam jangka panjang. Pada akhirnya, pengujian secara berkala dan optimasi berkelanjutan merupakan kunci untuk memastikan strategi pemulihan bencana cloud berfungsi secara efektif ketika bencana terjadi.
Bagikan di: